Komp. Perkantoran Marante, Jl. Poros Rantepao – Palopo KM.4, Lembang Tondon Kecamatan Tondon info@torajautarakab.go.id 085175359919

Menjelang Idulfitri, tekanan harga pangan mulai terasa di Toraja Utara. Pemerintah daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bergerak memantau pergerakan harga dan ketersediaan pasokan komoditas di pasar.

Langkah tersebut dibahas dalam High Level Meeting TPID yang digelar di Kantor Bupati Panga’, Kamis (12/3/2026). Rapat ini dipimpin Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Branch Silambi didampingi Sekretaris Daerah Salvius Pasang dan diikuti unsur Forkopimda, Badan Pusat Statistik (BPS), KPPN Makale, Perum Bulog, serta sejumlah organisasi perangkat daerah yang tergabung dalam TPID.

Pemantauan harga pangan menjelang hari raya menjadi perhatian utama karena pola inflasi di daerah umumnya mengikuti siklus musiman. Data Indeks Perkembangan Harga (IPH) Toraja Utara menunjukkan bahwa harga bahan pokok sempat mengalami kenaikan pada awal Januari akibat dampak harga akhir tahun sebelumnya. Kondisi tersebut kemudian diikuti deflasi pada Februari, sebelum kembali mengalami tekanan kenaikan pada Maret hingga awal April seiring meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan dan Idulfitri.

Dalam pemaparan data, BPS mencatat sejumlah komoditas pangan mengalami fluktuasi harga dalam beberapa bulan terakhir. Komoditas yang menjadi perhatian antara lain beras, telur ayam ras, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, minyak goreng, serta ikan kembung.

Khusus untuk komoditas cabai rawit, kenaikan harga dinilai cukup signifikan. Harga cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp50.000 per kilogram bahkan dilaporkan telah mencapai sekitar Rp65.000 per kilogram di sejumlah pasar.

Selain itu, perkembangan inflasi di wilayah sekitar seperti Kota Palopo, yang menjadi salah satu acuan inflasi regional, juga menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data BPS, inflasi di Palopo naik dari sekitar 0,6 persen pada Februari 2025 menjadi 5,14 persen pada Februari 2026.

Menyikapi pergerakan inflasi tersebut, Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Branch Silambi menegaskan pentingnya langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah.

Berdasarkan pemaparan yang disampaikan, kita melihat adanya potensi inflasi yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Maret bahkan memasuki awal April. Oleh karena itu kita harus melakukan langkah antisipatif agar kenaikan harga tidak memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyoroti bahwa kenaikan harga cabai rawit hampir selalu terjadi menjelang hari raya. Namun Toraja Utara masih memiliki potensi produksi cabai lokal yang diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pasokan di pasar.

Karena itu, Wakil Bupati meminta Dinas Pertanian untuk terus memantau produksi petani agar ketersediaan komoditas pangan tetap terjaga. Produksi komoditas lain seperti beras dan bawang juga diharapkan dapat ditingkatkan sehingga ketergantungan pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.

Selain produksi, ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan dalam memastikan ketersediaan stok serta kelancaran distribusi bahan pangan di pasar.

Jika terjadi lonjakan harga yang signifikan, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah stabilisasi seperti operasi pasar atau pasar murah guna membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa Toraja Utara merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang diperkirakan akan mengalami peningkatan kunjungan selama masa libur Idulfitri.

Selain Idulfitri, periode libur tahun ini juga berdekatan dengan Hari Raya Nyepi dan cuti bersama, sehingga masa libur diperkirakan berlangsung cukup panjang. Kondisi ini berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus permintaan terhadap bahan pangan.

Karena itu, ia meminta seluruh anggota TPID Toraja Utara untuk memperkuat koordinasi dalam pemantauan harga serta pengendalian inflasi di daerah.

Kita harus memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan harga tetap stabil selama periode libur panjang ini. Koordinasi antar instansi harus diperkuat agar langkah pengendalian inflasi dapat berjalan efektif,” tegasnya.

 

Diskominfo-SP - 2026